Monday, July 15, 2013

PENGUKURAN RANAH KOGNITIF, AFEKTIF DAN PSIKOMOTOR

MAKALAH
EVALUASI PENDIDIKAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Evaluasi pendidikan adalah kegiatan menilai yang terjadi dalam kegiatan pendidikan. Bertujuan melakukan
evaluasi dalam proses belajar mengajar untuk mendapatkan informasi akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan instruksional oleh siswa sehingga dapat diupayakan tindak lanjutnya. Selain kegiatan menilai hal yang tidak kalah penting dalam proses evaluasi adalah kegiatan awal dalam proses evaluasi.
Pengukuran disini tidak hanya dilihat dari satu aspek semata, melainkan dari dari berbagai aspek yang menyangkut diri peserta didik, yang mana aspek – aspek tersebut akan sangat mempengaruhi hasil akhir yang akan dicapai dalam kegiatan evaluasi pendidikan.
Datang dari alasan tersebut, penulis akan mencoba mengupas masalah – masalah terkait dengan pengukuran, dimana pengukuran disini dapat digolongkan menjadi 3 yaitu pengukuran ranah kognitif, afektif dan psikomotorik.
B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah diatas saya ketahui rumusan masalah :
1. Apa definisi pengukuran ?
2. Apa saja ranah pengukuran dalam pendidikan ?
3. Apa saja aspek dalam ranah kognitif ?
4. Apa saja jenjang kemampuan dalam ranah afektif ?
5. Bagaimana skema tingkat klasifikasi dan subkategori dari ranah psikomotor ?
C. Tujuan Pembahasan
1. Untuk mengetahui definisi pengukuran ?
2. Untuk mengetahui ranah pengukuran dalam pendidikan ?
3. Untuk mengetahui aspek – aspek dalam ranah kognitif ?
4. Untuk mengetahui jenjang kemampuan dalam ranah afektif ?
5. Mendeskripsikan skema tingkat klasifikasi dan subkategori dari ranah psikomotor ?
BAB II
PEMBAHASAN
PENGUKURAN RANAH KOGNITIF, AFEKTIF DAN PSIKOMOTORIK
Pengukuran dalam sokalah hanya dengan pencandraan ( deskripsi ) kuantitatif mengenai tingkah laku siswa. Pengukuran tidak melibatkan pertimbangan mengenai baiknya atau nilai tingkah laku yang diukur itu.
Lord dan Novick ( 1968 ) mendefinisikan bahwa pengukuran adalah suatu prosedur untuk memberikan angka ( biasanya disebut skor ) kepada suatu sifat atau karakteristik tertentu seseorang sedemikian sehingga mempertahankan hubungan, senyatanya antara seseorang dengan orang lain sehubungan dengan sifat yang diukur.
Untuk mengukur seseorang menurut batasan tersebut diatas, perlu :
1. Mengidentifikasi orang yang hendak diukur itu.
2. Mengidentifikasi karakteristik ( sifat – sifat khas ) orang yang hendak diukur.
3. Menetapkan prosedur yang hendak dipakai untuk dapat memberikan angka – angka pada karakteristik tersebut.
A. Pengukuran Ranah Kognitif
Dalam hubungan dengan satuan pelajaran, ranah kognitif memegang peranan paling utama.
Aspek kognitif diberdakan atas enam jenjang menurut Taksonomi Bloom ( 1956 ) yang diurutkan secara hierarki pyramidal.
Sistem klasifikasi Bloom itu dapat digambarkan sebagai berikut :
clip_image002clip_image003
Keenam aspek ini bersifat kontinum dan overlap ( saling tumpang tindih ). Aspek yang lebih tinggi meliputi semua aspek dibawahnya.
Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai tiap – tiap aspeknya.
1. Pengetahuan ( Kowladge )
Pengetahuan adalah aspek yang paling dasar dalam Taksonomi Bloom. Sering juga disebut aspek ingatan ( recall ).
Dalam jenjang kemampuan ini seseorang dituntut untuk dapat mengenali atau mengetahui atau dapat menggunakannya.
Pengetahuan atau kemampuan mengingat ini dapat dirinci sebagai berikut :
a. Terminologi
Kemampuan yang paling besar ialah mengetahui arti tiap kata. Anak selalu bertanya kepada orang tuanya arti kata – kata yang ditemuinya dalam buku atau dalam percakapan dengan teman – temannya.
b. Fakta – fakta lepas ( Isolated Facts )
Setelah memahami prinsip – prinsip atau konsep – konsep bahasa, anak menanjak pada pengetahuan akan factor – factor lepas. Fakta yang diketahuinya tetap berdiri sendiri tanpa dihubungkan dengan fakta – fakta lepas.
c. Universal & Abstraksi
Pengetahuan akan bagan – bagan dan pola – pola utama yang dipakai untuk mengorganisasikan fenomena – fenomena.
Termasuk dalam kelompok ini adalah :
1.) Prinsip – prinsip & Generalisasi
Siswa diharuskan menguasai prinsip – prinsip atau generalisasi tertentu yang berhubungan dengan bahan pengetahuan lain.
2.) Teori
Teori merupakan perumusan – perumusan yang paling abstrak dan dapat menunjukkan saling berhubungan dan organisasi dari hal – hal yang khusus.
2. Pemahaman ( Comprehension )
Kemampuan ini umumnya mendapat penekanan dalam proses belajar mengajar. Siswa dituntut memahami atau mengerti apa yang diajarkan, mengetahui apa yang sedang dikomunikasikan dan dapat memanfaatkan isinya tanpa keharusan menghubungkannya denga hal – hal lain.
Kemampuan pemahaman dapat dijabarkan menjadi 3 yaitu :
a. Menerjemahkan
Pengertian menerjemahkan disini bukan saja pengalihan ( translation ) arti dari bahasa yang satu ke dalam bahasa yang lain, dapat juga konsepsi abstrak menjadi suatu model.
b. Menginterprestasikan ( Interprestation )
Kemampuan ini lebih luas daripada menerjemahkan, ini adalah kemampuan untuk mengenal & memahami.
c. Mengekstrapolasi ( Extrapolation )
Agak lain dari menerjemahkan & menafsirkan, tetapi lebih tinggi sifatnya. Ia menuntut kemampuan intelektual yang lebih tinggi.
3. Penerapan ( Application )
Dalam jenjang kemampuan ini dituntut kesanggupan ide – ide umum, tata cara, ataupun metode – metode, prinsip – prinsip, serta teori – teori dalam situasi baru dan konkret. Situasi dimana ide, metode dan lain – lain yang dipakai itu harus baru, karena apabila tidak demikian, maka kemampuan yang diukur bukan lagi penerapan tetapi ingatan semata – mata.
4. Analaisis ( Analysis )
Dalam jenjang kempuan ini seorang dituntut untuk dapat menguraikan suatu situasi atau keadaan tertentu ke dalam unsure – unsure atau komponen – komponen pembentukkannya.
Kemampuan analisis diklasifikasi atas 3 kelompok yaitu :
a. Analisis unsur
Dalam analisis unsur diperlukan kemampuan merumuskan asumsi – asumsi dan mengidentifikasi unsure – unsure penting dan dapat membedakan antara fakta dan nilai.
b. Analisis hubungan
Analisis jenis ini menuntut kemampuan mengenal unsur – unsur dan pola hubungannya.
c. Analisis prinsip – prinsip yang terorganisasi
Jenis analisis ini menuntut kemampuan menganalisis pokok – pokok yang melandasi tatanan suatu organisasi.
5. Sintesis ( Syntesis )
Pada jenjang ini seorang dituntut untuk dapat menghasilkan suatu yang baru dengan jalan menggabungkan atau menyusun kembali ( reorganize ) hal – hal yang spesifik.
6. Penilaian ( Evalution )
Kemampuan evaluasi adalah jenjang tertinggi dari aspek kognitif menurut Bloom. dalam jenjang kemampuan ini seseorang dituntut untuk dapat mengevaluasi situasi, keadaan, pernyataan, atau konsep berdasarkan suatu criteria tertentu.
B. Pengukuran Ranah Afektif
Ranah afektif meliputi 5 jenjang kemampuan antara lain :
1. Menerima ( Receiving )
Jenjang ini berhubungan dengan kesediaan atau kemauan siswa untuk ikut dalam fenomena atau stimuli khusus. Dipandang dari segi pengajaran, jenjang ini berhubungan dengan menimbulkan, mempertahankan & mempertahankan perhatian siswa.
2. Menjawab ( Responding )
Kemampuan ini berkaitan dengan partisipasi siswa. Pada tingkat ini, siswa tidak hanya menghadiri suatu fenomena tertentu tetapi juga mereaksi terhadapnya dengan salah satu cara. Hasil belajar dalam jenjang ini dapat menekankan kemauan untuk menjawab atau kepuasan dalam menjawab.
3. Menilai ( Valuing )
Jenjang ini berkaitan dengan nilai yang dikenakan siswa terhadap suatu objek, fenomena, atau tingkah laku tertentu. Jenjang ini berjenjang mulai hanya sekedar penerimaan nilai sampai ketingkat komitmen yang lebih tinggi.
4. Organisasi ( Organization )
Tingkat ini berhubungan dengan menyatukan nilai – nilai yang berbeda, menyelesaikan / memecahkan konflik diantara nilai – nilai itu, dan mulai membentuk sistem nilai yang konsisten secara internal.
5. Karakteristik dengan suatu nilai atau kompleks nilai ( characterization by a value or value complex )
Pada jenjang ini individu memiliki sistem nilai yang mengontrol tingkah lakunya untuk suatu waktu yang cukup lama sehingga membentuk karakteristik “ pola hidup “.
C. Pengukuran Ranah Psikomotor
Perkataan psikomotor berhubungan dengan kata “ motor, sensory motor atau perceptual – motor”. Jadi ranah psikomotor berhubungan dengan kerja otot, sehingga menyebabkan geraknya tubuh atau bagian – bagiannya. Yang termasuk ke dalam klasifikasi gerak disini disini mulai dari gerak yang paling sederhana yaitu meliputi kertas sampai dengan merakit suku cadang televise serta computer.
Berikut ini adalah skema tentang tingkat klasifikasi dan subkategori dari ranah psikomotor.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pengukuran adalah suatu prosedur untuk memberikan angka ( biasanya disebut skor ) kepada suatu sifat atau karakteristik tertentu seseorang sedemikian sehingga mempertahankan hubungan, senyatanya antara seseorang dengan orang lain sehubungan dengan sifat yang diukur
1. Pengukuran Ranah Kognitif
a. Pengetahuan
b. Pemahaman
c. Penerapan
d. Analisis
e. Sistesis
f. Penilaian
2. Pengukuran Ranah Afektif
a. Menerima ( Receiving )
b. Menjawab (Responding )
c. Menilai ( Valuing )
d. Organisasi ( Organizing )
e. Karakteristik dengan suatu nilai kompleks nilai ( characterization by a value or value complex )
3. Pengukuran Ranah Psikomotor
Ranah psikomotor berhubungan denga kerja otot, sehingga gerakannya tubuh atau bagian – bagiannya.
Tingkat Klasifikasi dan Subkategori Batasan Tingkah laku
1. Gerakan Refleks
1.1 Refleks Segmental
1.2 Refleks Intersegmental
1.3 Refleks Suprasegmental
Kegiatan yang timbul tanpa sadar dalam menjawab rangsangan Bungkuk, meregangan badan, penyesuaian postur tubuh.
2. Gerakan Fundamental yang Dasar
2.1 Gerakan Lokomotor
2.2 Gerakan Nonlokomotor
2.3 Gerakan Manipulatif
Pola-pola gerakan yang dibentuk dari paduan gerakan-gerakan refleks dan merupakan dasar gerakan terampil kompleks Jalan, lari, lompat, meluncur, guling, mendaki, dorong, tarik, pelintir, pegar dan sebagainya.
3. Kemampuan Perseptual
3.1 Diskriminasi Kinestesis
3.2 Diskriminasi Visual
3.3 Diskriminasi Auditeoris
3.4 Deskriminasi Taktil
3.5 Diskriminasi Terkoordinir
Interprestasi stimulasi dengan berbagai cara yang memberi data untuk siswa membuat penyesuaian dengan lingkungannya. `Hasil-hasil kemampuan perseptual diamati dalam semua gerakan yang disengaja
4. Kemampuan Fisik
4.1 Ketahanan
4.2 Kekuatan
4.3 Fleksibilitas
4.4 Agilitas
Karakteristik fungsional dari kekuatan organik yang esensial bagi perkembangan gerakan yang sangat terampil Lari jauh, berenang, gulat, bungkuk, balet, mengetik dan sebagainya.
5. Gerakan Terampil
5.1 Keterampilan Adaptif
5.2 Keterampilan Adaptif Terpadu
5.3 Keterampilan Adaptif Kompleks
Suatu tingkat efisiensi apabila dilakukan tugas-tugas gerakan kompleks yang didasarkan atas pola gerakan yang interen Semua keterampilan yang dibentuk atas dasar lokomotor dan pola gerakan manipulatif
6. Komunikasi Nondiskursif
6.1 Gerakan ekspresif
6.2 Gerakan Interpretif
Komunikasi melalui gerakan tubuh mulai dari ekspresi muka sampai gerakan koreografis yang rumit Postur tubuh, gerakan muka, semua gerakan tarian dan koreografis yang dilakukan dengan efisien

Ditulis Oleh : Hasan Ali ~ Komunitas Blogger Pekalongan

Hasan Ali Sobat sedang membaca artikel tentang PENGUKURAN RANAH KOGNITIF, AFEKTIF DAN PSIKOMOTOR. Karena Adminnya Baik hati dan tidak sombong, Sobat diperbolehkan mengcopy paste atau menyebar-luaskan artikel ini, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya

:: Get this widget ! ::

0 Comments
Tweets
Komentar

0 comments:

Post a Comment

Next Prev Home