Sunday, November 15, 2015

Kisah Nabi Musa

Abu dan Ummu, berikut ini adalah kisah Nabi Musa ‘alaihis salam, salah seorang nabi ulul azmi yang diberi keistimewaan dan mukjizat oleh Allah ta’ala. Mudah-mudahan kisah ini bisa membantu Abu dan Ummu untuk mengisahkan shirah Nabi buat si kecil.
Nabi Musa adalah seorang nabi dari Bani Israil. Ia terlahir di negeri Mesir, dalam masa pemerintahan Raja Fir’aun yang kafir dan kejam. Alkisah, pada masa itu Raja Fir’aun diberi tahu oleh salah seorang penasihatnya/tukang ramalnya, bahwa akan lahir seorang bayi dari Bani Israil yang suatu saat akan menghancurkan kerajaannya. Maka hati Fir’aun pun sangat
gelisah mendengar hal tersebut. Kemudian, ia pun memutuskan untuk menyembelih setiap bayi laki-laki yang lahir pada masa itu.
Adalah Yukabad, seorang wanita Bani Israil yang melahirkan bayi laki-laki yang montok lagi tampan. Naluri keibuannya sungguh tak rela bila bayinya tersayang mati di tangan Fir’aun. Bayi yang diberi nama Musa itu selalu dijaga dan disembunyikan dari mata-mata Fir’aun hingga tiga bulan usianya.
Suatu ketika, Raja Fir’aun menyebarkan mata-mata dan bala tentaranya ke kota serta desa untuk mencari dan membunuh anak-anak kecil dan bayi laki-laki. Maka, Allah ta’ala memberikan ilham kepada ibu Musa untuk mempersiapkan sebuah peti/kotak kayu. Kemudian Nabi Musa diletakkan dalam kotak itu dan dihanyutkan ke sungai Nil. Ibu Musa melakukan semua itu atas bimbingan Allah ta’ala.
Kemudian, ibu Musa mengutus saudara perempuan Musa pergi ke pinggir sungai untuk mengikuti jejak Musa dan mencari beritanya. Maka, saudara perempuan Musa itu pun berjalan mengikuti kotak tersebut. Betapa gelisahnya ia ketika melihat kotak yang terbawa arus itu menuju istana Fir’aun.
Rahmat Allah menyertai bayi itu. Segera setelah kotak itu masuk ke daerah istana Fir’aun, istri Fir’aun melihatnya. Allah menaruh perasaan cinta pada bayi Musa, ke dalam hati istri Fir’aun tersebut. Maka, sang istri raja ini pun meminta pada suaminya agar mengangkat bayi tersebut sebagai anak mereka berdua. Fir’aun pun akhirnya menyetujui permintaan istrinya.
Musa terus menangis karena haus dan lapar. Banyak wanita yang datang untuk menyusuinya, namun bayi itu tetap saja tidak mau menyusu. Ia terus menangis. Melihat hal itu, saudara perempuan Musa menghadap Fir’aun, dan mengatakan bahwa ia bisa menunjukkan seorang wanita yang bisa menyusui bayi itu. Fir’aun pun memerintahkannya untuk memanggil wanita itu.
Akhirnya, saudara perempuan Musa kembali ke rumahnya, dan menceritakan semua hal tentang Musa kepada ibunya. Yukabad pun pergi ke istana untuk menyusui Musa. Begitu Musa diserahkan dalam gendongannya, tiba-tiba bayi itu tidak menangis lagi, dan mau menyusu. Fir’aun terkejut dan berkata kepadanya, “Siapa kamu? Dia telah menolak semua air susu kecuali air susumu.” Ibu Musa menjawab, “Saya hanyalah seorang perempuan yang baunya wangi dan mempunyai air susu yang baik. Tidak ada seorang bayi pun yang didatangkan kepada saya kecuali dia pasti menerima saya.” Maka Fir’aun pun memberikan bayi itu kepada ibu Musa agar diasuh dan disusuinya. Fir’aun juga memberikan upah kepadanya. Akhirnya, sang ibu itu pun membawa Musa kembali ke rumahnya.
Begitulah, Allah memberikan rezeki yang cukup kepadanya dan menenangkan hatinya dengan kedatangan Musa supaya dia mengetahui kalau janji Allah itu memang benar.
Abu dan Ummu, insyaallah kisah ini akan kita lanjutkan pada edisi mendatang….
Kisah Nabi Musa ‘alaihis salam
Abu dan Ummu, berikut ini adalah kisah Nabi Musa ‘alaihis salam, salah seorang nabi ulul azmi yang diberi keistimewaan dan mukjizat oleh Allah ta’ala. Mudah-mudahan kisah ini bisa membantu Abu dan Ummu untuk mengisahkan shirah Nabi buat si kecil.
Nabi Musa adalah seorang nabi dari Bani Israil. Ia terlahir di negeri Mesir, dalam masa pemerintahan Raja Fir’aun yang kafir dan kejam. Alkisah, pada masa itu Raja Fir’aun diberi tahu oleh salah seorang penasihatnya/tukang ramalnya, bahwa akan lahir seorang bayi dari Bani Israil yang suatu saat akan menghancurkan kerajaannya. Maka hati Fir’aun pun sangat gelisah mendengar hal tersebut. Kemudian, ia pun memutuskan untuk menyembelih setiap bayi laki-laki yang lahir pada masa itu.
Adalah Yukabad, seorang wanita Bani Israil yang melahirkan bayi laki-laki yang montok lagi tampan. Naluri keibuannya sungguh tak rela bila bayinya tersayang mati di tangan Fir’aun. Bayi yang diberi nama Musa itu selalu dijaga dan disembunyikan dari mata-mata Fir’aun hingga tiga bulan usianya.
Suatu ketika, Raja Fir’aun menyebarkan mata-mata dan bala tentaranya ke kota serta desa untuk mencari dan membunuh anak-anak kecil dan bayi laki-laki. Maka, Allah ta’ala memberikan ilham kepada ibu Musa untuk mempersiapkan sebuah peti/kotak kayu. Kemudian Nabi Musa diletakkan dalam kotak itu dan dihanyutkan ke sungai Nil. Ibu Musa melakukan semua itu atas bimbingan Allah ta’ala.
Kemudian, ibu Musa mengutus saudara perempuan Musa pergi ke pinggir sungai untuk mengikuti jejak Musa dan mencari beritanya. Maka, saudara perempuan Musa itu pun berjalan mengikuti kotak tersebut. Betapa gelisahnya ia ketika melihat kotak yang terbawa arus itu menuju istana Fir’aun.
Rahmat Allah menyertai bayi itu. Segera setelah kotak itu masuk ke daerah istana Fir’aun, istri Fir’aun melihatnya. Allah menaruh perasaan cinta pada bayi Musa, ke dalam hati istri Fir’aun tersebut. Maka, sang istri raja ini pun meminta pada suaminya agar mengangkat bayi tersebut sebagai anak mereka berdua. Fir’aun pun akhirnya menyetujui permintaan istrinya.
Musa terus menangis karena haus dan lapar. Banyak wanita yang datang untuk menyusuinya, namun bayi itu tetap saja tidak mau menyusu. Ia terus menangis. Melihat hal itu, saudara perempuan Musa menghadap Fir’aun, dan mengatakan bahwa ia bisa menunjukkan seorang wanita yang bisa menyusui bayi itu. Fir’aun pun memerintahkannya untuk memanggil wanita itu.
Akhirnya, saudara perempuan Musa kembali ke rumahnya, dan menceritakan semua hal tentang Musa kepada ibunya. Yukabad pun pergi ke istana untuk menyusui Musa. Begitu Musa diserahkan dalam gendongannya, tiba-tiba bayi itu tidak menangis lagi, dan mau menyusu. Fir’aun terkejut dan berkata kepadanya, “Siapa kamu? Dia telah menolak semua air susu kecuali air susumu.” Ibu Musa menjawab, “Saya hanyalah seorang perempuan yang baunya wangi dan mempunyai air susu yang baik. Tidak ada seorang bayi pun yang didatangkan kepada saya kecuali dia pasti menerima saya.” Maka Fir’aun pun memberikan bayi itu kepada ibu Musa agar diasuh dan disusuinya. Fir’aun juga memberikan upah kepadanya. Akhirnya, sang ibu itu pun membawa Musa kembali ke rumahnya.

Ditulis Oleh : Kang ~ Komunitas Blogger Pekalongan

Hasan Ali Sobat sedang membaca artikel tentang Kisah Nabi Musa. Karena Adminnya Baik hati dan tidak sombong, Sobat diperbolehkan mengcopy paste atau menyebar-luaskan artikel ini, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya

:: Get this widget ! ::

0 Comments
Tweets

0 comments:

Next Prev Home